SEDIH..! Detik-detik Ibu Melahirkan di Jalan Rusak Saat ke Puskesmas Sejauh 20 KM
Sari terpaksa melahirkan di pinggir jalan rusak saat menuju puskesmas yang jaraknya puluhan kilometer di Kabupaten Lebak, Banten. Ia selamat setelah ditolong warga yang melintas.

Petugas di kantor desa, Nurman, menceritakan, saat itu ia kebetulan melintas di jalan poros desa Cinangka-Cibarani. Ia melihat ada seorang ibu yang dibantu warga karena melahirkan.
"Pas saya pulang di jalan itu banyak orang, dikira jatuh dari motor, saya berhenti ternyata ada yang melahirkan," kata Nurman, Selasa (10/3/2020).
Menurut Nurman, saat itu kondisi si ibu sudah mengeluarkan janin. Ia panik, lalu mencari bantuan mobil ke puskesmas pembantu di desa tetangga di Karang Nunggal.
Di tengah perjalanan, Nurman menemukan mobil bercat perak. Untungnya ia kenal pemilik mobil yang juga beristri seorang bidan.
"Saya kenal juga, istrinya bidan, kebetulan juga di desa lagi ada ondangan, orang lagi pada lewat," katanya.
Janin dan si ibu itu, menurutnya, selamat. Keduanya dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. "Anaknya selamat, ibunya selamat, pas dibawa selamat. Nggak kelihatan kelaminnya, saya nggak berani lihat," ujar Nurman.
Perempuan yang melahirkan itu berdomisili di Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak. Kades Cibarani Dulhani mengungkapkan desanya tak memiliki puskesmas pembantu untuk akses kesehatan.
Warganya harus menempuh 20 kilometer ke puskesmas dengan keadaan jalan rusak. "Kurang pas visi-misi Lebak Sehat, (warga) ngelahirin di jalan. Desa Cibarani belum merdeka," Dulhani menegaskan.
Kelahiran anak kedua Yati (28), warga Dusun Gunung Singkup, Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus menjadi perbincangan masyarakat luas. Pasalnya, gara-gara jalan rusak, Yati terpaksa melahirkan bayinya dipinggir jalan setelah sang suami tak tega untuk meneruskan perjalanan dengan sepeda motor ke Pos Kesehatan Desa, Jumat (4/10/2019). Meskipun demikian, persalian Yati berjalan lancar. Sejumlah pengendara, khususnya ibu-ibu, turut membantu persalinan Yati sembari menunggu bidan datang ke lokasi. Baca fakta lengkapnya:
1. Yati merasa akan melahirkan saat subuh
Yana menceritakan, pada hari Jumat subuh, Yati sudah merasa perutnya mulas dan merasa akan segera melahirkan. Keluarga besarnya pun sudah berkumpul bersama seorang paraji atau dukun beranak. Namun, setelah itu, keluarga memutuskan untuk membawa Yati ke Poskesdes yang berada di dusun yang tak jauh dari tempat rumahnya. "(Keluarga) memutuskan bersama paraji (dukun beranak), (Yati) dibawa ke Poskesdes (pos kesehatan desa)," ujar Yana, Sabtu (5/10/2019).
2. Yati kesakitan saat melintas di jalan rusak
Sang sumi segera mengantar Yati menggunakan sepeda motor ke Poskodes tersebut. Namun, saat berjalan sekitar 1,5 kilometer, mulas yang dialami Yati semakin menjadi-jadi saat melintas di jalan yang kondisinya rusak parah. Tak pikir panjang, sang suami kemudian menggendong Yati rebah di rerumputan tepi jalan. Saat itu, sang suami hanya kebingungan saat melihat istri tercintanya berteriak-teriak ingin melahirkan. Sementara itu, sang dukun beranak dan keluarganya tak ada yang mengikuti dirinya dan Yati. Saat itu mereka sedang menyiapkan tempat di rumah Yati untuk sang bayi ketika sudah lahir.
3. Persalinan dibantu warga sekitar
Saat suamo Yati panik, ada seorang ibu yang melintas di jalan itu segera berhenti untuk membantu menenangkan Yati. Rupanya, kelahiran sang buah hati sudah di depan mata. Akhirnya, dengan bantuan ibu-ibu yang tak dikenalnya, Yati menjalani proses persalinan di tepi jalan rusak tersebut. Warga yang datang semakin banyak. Setelah itu, warga pun ikut membantu kelancaran proses persalinan itu dengan menutup lokasi persalinan dengan kain seadanya. Bahkan, kain yang digunakan tidak dapat menutup proses persalinan seluruhnya. Kain itu mungkin hanya menutupi satu sisi Tak lama setelah bayi lahir, dukun beranak tiba di lokasi. Selain itu, bidan desa yang dikabari warga juga datang untuk membantu proses persalinan. "(Tapi, setelah mereka datang), posisi bayi sudah di luar," ujar Yana.
4. Sorai sorai sambut kelahiran bayi perempuan
Setelah berjuang antara hidup dan mati, Yati berhasil melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan. Beratnya 3,8 kilogram. Kegembiraan pun pun tak terungkap dari warga yang membantu persalinan. Sorak sorai serta keriuhan warga tiba-tiba terjadi setelah bayi tersebut lahir dalam keadaan selamat. Sementara itu, dari keterangan Yana, Yati memang memiliki riwayat mudah bersalin. Anak pertamanya pun lahir dengan proses persalinan yang mudah. "Riwayat anak pertamanya juga begitu, tak lama setelas mulas langsung keluar. Mudah bersalin," jelas Yana.

Petugas di kantor desa, Nurman, menceritakan, saat itu ia kebetulan melintas di jalan poros desa Cinangka-Cibarani. Ia melihat ada seorang ibu yang dibantu warga karena melahirkan.
"Pas saya pulang di jalan itu banyak orang, dikira jatuh dari motor, saya berhenti ternyata ada yang melahirkan," kata Nurman, Selasa (10/3/2020).
Menurut Nurman, saat itu kondisi si ibu sudah mengeluarkan janin. Ia panik, lalu mencari bantuan mobil ke puskesmas pembantu di desa tetangga di Karang Nunggal.
Di tengah perjalanan, Nurman menemukan mobil bercat perak. Untungnya ia kenal pemilik mobil yang juga beristri seorang bidan.
"Saya kenal juga, istrinya bidan, kebetulan juga di desa lagi ada ondangan, orang lagi pada lewat," katanya.
Janin dan si ibu itu, menurutnya, selamat. Keduanya dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. "Anaknya selamat, ibunya selamat, pas dibawa selamat. Nggak kelihatan kelaminnya, saya nggak berani lihat," ujar Nurman.
Perempuan yang melahirkan itu berdomisili di Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak. Kades Cibarani Dulhani mengungkapkan desanya tak memiliki puskesmas pembantu untuk akses kesehatan.
Warganya harus menempuh 20 kilometer ke puskesmas dengan keadaan jalan rusak. "Kurang pas visi-misi Lebak Sehat, (warga) ngelahirin di jalan. Desa Cibarani belum merdeka," Dulhani menegaskan.
Fakta di Balik Seorang Ibu Melahirkan di Pinggir Jalan Rusak, Ditolong Pengendara hingga Bayi Lahir Selamat
Kelahiran anak kedua Yati (28), warga Dusun Gunung Singkup, Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus menjadi perbincangan masyarakat luas. Pasalnya, gara-gara jalan rusak, Yati terpaksa melahirkan bayinya dipinggir jalan setelah sang suami tak tega untuk meneruskan perjalanan dengan sepeda motor ke Pos Kesehatan Desa, Jumat (4/10/2019). Meskipun demikian, persalian Yati berjalan lancar. Sejumlah pengendara, khususnya ibu-ibu, turut membantu persalinan Yati sembari menunggu bidan datang ke lokasi. Baca fakta lengkapnya:
1. Yati merasa akan melahirkan saat subuh
Yana menceritakan, pada hari Jumat subuh, Yati sudah merasa perutnya mulas dan merasa akan segera melahirkan. Keluarga besarnya pun sudah berkumpul bersama seorang paraji atau dukun beranak. Namun, setelah itu, keluarga memutuskan untuk membawa Yati ke Poskesdes yang berada di dusun yang tak jauh dari tempat rumahnya. "(Keluarga) memutuskan bersama paraji (dukun beranak), (Yati) dibawa ke Poskesdes (pos kesehatan desa)," ujar Yana, Sabtu (5/10/2019).
2. Yati kesakitan saat melintas di jalan rusak
Sang sumi segera mengantar Yati menggunakan sepeda motor ke Poskodes tersebut. Namun, saat berjalan sekitar 1,5 kilometer, mulas yang dialami Yati semakin menjadi-jadi saat melintas di jalan yang kondisinya rusak parah. Tak pikir panjang, sang suami kemudian menggendong Yati rebah di rerumputan tepi jalan. Saat itu, sang suami hanya kebingungan saat melihat istri tercintanya berteriak-teriak ingin melahirkan. Sementara itu, sang dukun beranak dan keluarganya tak ada yang mengikuti dirinya dan Yati. Saat itu mereka sedang menyiapkan tempat di rumah Yati untuk sang bayi ketika sudah lahir.
3. Persalinan dibantu warga sekitar
Saat suamo Yati panik, ada seorang ibu yang melintas di jalan itu segera berhenti untuk membantu menenangkan Yati. Rupanya, kelahiran sang buah hati sudah di depan mata. Akhirnya, dengan bantuan ibu-ibu yang tak dikenalnya, Yati menjalani proses persalinan di tepi jalan rusak tersebut. Warga yang datang semakin banyak. Setelah itu, warga pun ikut membantu kelancaran proses persalinan itu dengan menutup lokasi persalinan dengan kain seadanya. Bahkan, kain yang digunakan tidak dapat menutup proses persalinan seluruhnya. Kain itu mungkin hanya menutupi satu sisi Tak lama setelah bayi lahir, dukun beranak tiba di lokasi. Selain itu, bidan desa yang dikabari warga juga datang untuk membantu proses persalinan. "(Tapi, setelah mereka datang), posisi bayi sudah di luar," ujar Yana.
4. Sorai sorai sambut kelahiran bayi perempuan
Setelah berjuang antara hidup dan mati, Yati berhasil melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan. Beratnya 3,8 kilogram. Kegembiraan pun pun tak terungkap dari warga yang membantu persalinan. Sorak sorai serta keriuhan warga tiba-tiba terjadi setelah bayi tersebut lahir dalam keadaan selamat. Sementara itu, dari keterangan Yana, Yati memang memiliki riwayat mudah bersalin. Anak pertamanya pun lahir dengan proses persalinan yang mudah. "Riwayat anak pertamanya juga begitu, tak lama setelas mulas langsung keluar. Mudah bersalin," jelas Yana.
Posting Komentar untuk "SEDIH..! Detik-detik Ibu Melahirkan di Jalan Rusak Saat ke Puskesmas Sejauh 20 KM"
Posting Komentar